
Masjid Agung Al-Falah · Adhmi · arsip 2020, bukan foto kegiatan pendampingan.
Mulai dari mendengarkan warga.
Pendampingan sebaiknya membantu warga menyampaikan kebutuhannya sendiri. Tanyakan dukungan apa yang dikehendaki, bagian proses mana yang sulit, dan siapa yang dipercaya untuk menemani. Jangan menganggap usia atau disabilitas otomatis membuat seseorang tidak dapat mengambil keputusan.
Dalam portal ini, jalur alat bantu dan akses digital dipisahkan agar keluarga dapat mempersiapkan pertanyaan yang lebih tepat. Penilaian kebutuhan dan keputusan layanan tetap menjadi kewenangan instansi terkait.
Buka jalur alat bantuTiga hal untuk dibicarakan.
Kebutuhan sehari-hari.
Catat aktivitas yang ingin lebih mudah dilakukan, hambatan akses, dan dukungan keluarga yang tersedia. Hindari menuliskan diagnosis atau identitas pribadi di ruang publik.
Jalur alat bantuKendala mengakses informasi.
Catat apakah petunjuk layanan sulit dibaca, apakah perlu ditemani saat menggunakan perangkat, atau apakah informasi perlu dijelaskan kembali.
Catatan pendampingTindak lanjut yang jelas.
Minta penjelasan mengenai instansi tujuan, tahap berikutnya, dan cara menanyakan perkembangan. Simpan catatan untuk diri sendiri, bukan sebagai berkas publik.
Kanal rujukanRujukan lokal yang dapat dibaca
Catatan alat bantu bersama Sentra Alyatama menjelaskan jalur permohonan dan asesmen. Catatan pembekalan pendamping Perlinsos memberi konteks dukungan bagi warga yang menghadapi hambatan perangkat dan internet.